HSBC Proyeksi Rupiah di Rp 15.800-Rp 16.000 Akhir 2026

Selasa, 29 September 2026 pukul 15.27
HSBC Proyeksi Rupiah di Rp 15.800-Rp 16.000 Akhir 2026

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
HSBC memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berada di kisaran Rp 15.800 hingga Rp 16.000 pada akhir 2026, meskipun dalam isi berita disebutkan level sekitar Rp 18.000 per dolar AS. Chief Asia Economist HSBC, Frederic Neumann, menyatakan bahwa pergerakan rupiah lebih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dibandingkan tekanan spesifik terhadap mata uang domestik. Ruang pergerakan rupiah hingga akhir tahun relatif terbatas karena hanya tersisa sekitar tiga bulan, sehingga rupiah cenderung stabil atau sedikit melemah. Menurut Frederic, level sekitar Rp 18.000 per dolar AS menjadi target yang masuk akal hingga akhir tahun, namun kondisi dapat berbalik pada tahun depan jika dolar AS mulai melemah. Pelemahan dolar AS berpotensi memberikan dorongan bagi rupiah. Tekanan spesifik terhadap rupiah yang terjadi pada awal tahun telah mereda, ditopang langkah Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga secara agresif. HSBC memperkirakan BI hanya akan menaikkan suku bunga satu kali lagi sebelum mengakhiri siklus pengetatan moneter. Stabilitas rupiah mulai diikuti kembalinya arus modal ke Indonesia, dan pergerakan rupiah pada 2027 diprediksi berada dalam kisaran yang relatif sempit. Fokus ekonomi Indonesia ke depan akan bergeser dari persoalan makroekonomi menuju reformasi struktural seperti infrastruktur, pendidikan, regulasi, dan energi.

Berita Terkait Lainnya