Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menekankan bahwa pelestarian batik harus sejalan dengan pengembangan ekonomi agar perajin mampu bertahan dan berkembang. Ia menyatakan batik memiliki keterkaitan erat dengan identitas budaya sekaligus potensi ekonomi besar. Upaya ini dilakukan dalam rangkaian Industrial Festival x Hari Batik Nasional 2026 di Surabaya.
Data menunjukkan industri batik berkembang pesat secara ekonomi. Ekspor batik meningkat 32,5% menjadi USD 20,14 juta pada 2025, mendahului pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor pengolahan nonmigas juga tumbuh 5,32%, menandakan peran penting industri dalam menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja.
Faisol mendorong kolaborasi antara perajin dan generasi muda untuk memperkuat industri. Generasi muda dapat berkontribusi melalui pemasaran digital, fotografi, dan pembuatan konten. Pendekatan ini diharapkan membantu perajin mengikuti kebutuhan pasar modern tanpa kehilangan makna budaya.
Selain pemasaran, aspek keberlanjutan juga menjadi fokus. Faisol mencontohkan peran Gen Z dalam pengelolaan lingkungan, seperti meminimalkan pencemaran limbah kimia. Kolaborasi ini dianggap kunci untuk menjaga keberlangsungan industri batik di masa depan.