Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyambut baik pembentukan Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi yang dipimpin Bahlil Lahadalia, karena dinilai dapat mempercepat agenda transisi energi dan hilirisasi di Indonesia melalui penguatan koordinasi lintas lembaga.
Direktur INDEF Green Transition Initiative, Imaduddin Abdullah, menyoroti pentingnya percepatan pengembangan PLTS 100 GWp, yang membutuhkan penyelarasan kebijakan industri, energi, tata ruang, infrastruktur, dan investasi. Kajian INDEF GTI dan Systemiq menunjukkan delapan kawasan prioritas berpotensi menyerap listrik bersih 24-31 TWh per tahun atau setara 8-13 GW PLTS.
Namun, realisasi potensi tersebut masih terhambat birokrasi, kesiapan jaringan, lahan, dan pembiayaan. INDEF GTI mendorong kementerian baru segera menetapkan agenda percepatan lintas kementerian dengan target dan tenggat jelas, termasuk penyederhanaan birokrasi melalui konsep Renewable Energy Zones (REZs).
Selain itu, INDEF menilai pembentukan kementerian koordinator dapat memperbaiki strategi hilirisasi yang selama ini menghadapi hambatan perizinan, pasokan bahan baku, energi, dan akses pasar. Peran kementerian sebagai orkestrator kebijakan dinilai penting agar manfaat hilirisasi optimal.