Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) memperingatkan bahwa Indonesia berpotensi terdampak efek rambatan jika krisis solar global berlanjut menjadi krisis bensin. Peringatan ini muncul karena posisi Indonesia sebagai importir bersih bahan bakar minyak (BBM).
Risiko tersebut bersumber dari efek rambatan krisis diesel yang sedang berlangsung serta potensi mengetatnya pasar bensin global. Kondisi ini dinilai dapat menekan Indonesia karena ketergantungan terhadap impor bensin masih cukup tinggi.
Analis Senior ISEAI Ronny P. Sasmita menyatakan bahwa jika krisis diesel global merambat ke bensin, biaya impor BBM Indonesia akan terkerek. Hal ini juga akan menekan neraca perdagangan dan fiskal negara.
Ia menegaskan bahwa risiko tersebut perlu diantisipasi mengingat tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin.