Harga emas dunia melemah pada akhir pekan lalu, ditutup di level US$ 4.453 per troy ons pada Jumat (28/8/2026), atau anjlok 3,21% dari hari sebelumnya. Secara pekanan, logam mulia tersebut mencatat penurunan sebesar 1,39%.
Pelemahan harga emas ini dipicu oleh sentimen negatif dari Amerika Serikat, khususnya terkait simposium tahunan bank sentral Federal Reserve di Jackson Hole.
Dalam pidatonya, Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan kembali komitmen kuat untuk memerangi inflasi dan membawanya kembali ke arah target 2%.
Kebijakan hawkish Fed ini berpotensi mendorong kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya menekan daya tarik dan harga emas di pasar global.