Harga minyak dunia melonjak usai pertempuran kembali pecah di Selat Hormuz, menyoroti risiko gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Minyak Brent untuk pengiriman November naik menembus US$90 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$86.
Lonjakan ini dipicu oleh serangan militer AS terhadap peluncur roket Iran yang bersiap menebarkan ranjau di jalur perairan strategis tersebut. Serangan itu mengakhiri periode relatif tenang selama beberapa pekan terakhir.
Secara keseluruhan, minyak mentah mengakhiri bulan yang penuh gejolak dengan kontrak berjangka Brent bergerak dalam kisaran hampir US$17 per barel. Harga minyak terombang-ambing akibat upaya damai yang berjalan tersendat dan janji Washington untuk mengisolasi ekonomi Iran.
Meski AS berupaya meningkatkan tekanan untuk melumpuhkan ekonomi Teheran, para analis menilai langkah Washington tersebut belum cukup efektif.