Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengancam akan melakukan "serangan ekonomi" terhadap Iran dan mitra dagangnya dalam upaya mengakhiri perang. Namun, negara-negara yang berhubungan dengan Teheran cenderung mengabaikan ancaman tersebut, dan para analis menilai langkah AS kurang berdampak signifikan.
Tiongkok, pembeli utama 90% minyak Iran, justru memperingatkan Washington alih-alih mundur. Sementara itu, operasi perbankan Iran di Dubai dan Abu Dhabi tetap berjalan normal tanpa hambatan.
Penerbangan komersial antara Iran dengan Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Thailand, Azerbaijan, Rusia, dan Tiongkok juga terus beroperasi. Hal ini terjadi meskipun UEA sebelumnya sempat berjanji akan memutus seluruh transaksi perdagangan dengan Teheran.
Menjelang akhir pekan, AS hanya mengumumkan sanksi terhadap cabang Banque Misr (bank Mesir) di UEA. Langkah ini dinilai jauh di bawah ekspektasi dibandingkan sakep Bessent sebelumnya yang menyebut akan ada "pengumuman besar" mengenai sanksi lembaga keuangan.