Ekonom: Indonesia Perlu Perkuat Sektor Eksternal untuk Stabilkan Rupiah

Senin, 31 Agustus 2026 pukul 08.51
Ekonom: Indonesia Perlu Perkuat Sektor Eksternal untuk Stabilkan Rupiah

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Ekonom Senior Didik J Rachbini menilai Indonesia perlu menerapkan kebijakan ekonomi berorientasi keluar (outward looking) dengan memperkuat sektor ekstoral dan basis ekspor. Langkah ini dinilai penting untuk mendatangkan devisa dolar segar dan menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil. Saat ini, perekonomian Indonesia masih sangat bergantung pada pasar domestik yang hanya menghasilkan perputaran rupiah di dalam negeri tanpa menambah cadangan devisa secara signifikan. Didik menyoroti bahwa cadangan devisa Indonesia tercatat sekitar 145,3 miliar dolar AS pada Juli 2026, jumlah yang tergolong kecil dan lemah dibandingkan negara ASEAN lainnya. Sebagai perbandingan, Singapura memiliki cadangan devisa 426,2 miliar dolar AS dan Thailand 279,2 miliar dolar AS. Bagi ukuran Indonesia, cadangan devisa saat ini dinilai tidak cukup untuk menjadi penyangga eksternal. Meskipun pasar domestik yang besar memungkinkan ekonomi tetap tumbuh di tengah depresiasi rupiah, Didik memperingatkan bahwa hal ini tidak berkelanjutan. Tanpa fondasi daya saing di sektor luar negeri, Bank Indonesia akan kesulitan menstabilkan dan memperkuat nilai rupiah dalam lima tahun ke depan, apalagi jika hanya mengandalkan instrumen kebijakan suku bunga.

Berita Terkait Lainnya

Ekonom: Indonesia Perlu Perkuat Sektor Eksternal untuk Stabilkan Rupiah - Ekonomi Bisnis - Feedify