Lelang surat utang pada Selasa (29/9/2026) menunjukkan respons pasar yang mendingin dengan penurunan total nilai yang dimenangkan sebesar 29,69% menjadi Rp42,8 triliun dari lelang sebelumnya Rp60,96 triliun. Nilai yang dimenangkan pemerintah juga turun 15,29% dari Rp34 triliun menjadi Rp28,8 triliun, menandakan minat pasar turun lebih dalam dibanding pengurangan penawaran yang diserap pemerintah.
Tekanan terbesar datang dari seri FR0110 (tenor 5 tahun) yang penawarannya merosot 45,15% dari Rp23,60 triliun menjadi Rp12,94 triliun, sementara nominal yang dimenangkan pemerintah turun 25,39% dari Rp12,8 triliun menjadi Rp9,55 triliun. Investor meminta kompensasi lebih tinggi dengan kenaikan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan menjadi 7,08% dari 7,04%.
Kenaikan yield terjadi untuk hampir semua seri, mencerminkan tekanan di pasar obligasi. Kondisi ini diperparah oleh arus keluar modal asing yang kian deras di pasar obligasi serta pelemahan rupiah yang ditutup di bawah Rp18.000/US$.