FEKDI x IFSE 2026 Jadi Ajang Sinergi BI dan Pemerintah Pacu Ekonomi Keuangan Digital RI

Rabu, 30 September 2026 pukul 06.00
FEKDI x IFSE 2026 Jadi Ajang Sinergi BI dan Pemerintah Pacu Ekonomi Keuangan Digital RIIlustrasi (Auto-Generated)

Sumber Berita Asli

VIVA - Berita Harian Terkini, Terpopuler, Terbaru

Baca di Website Asli ↗
Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) sebagai wujud sinergi 'Merah Putih' untuk mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) nasional. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan perlunya sinergi kebijakan, inovasi, penguatan talenta digital, serta keamanan sistem pembayaran di tengah ketidakpastian global dan risiko digital yang kompleks. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti potensi ekonomi digital Indonesia sebagai terbesar di Asia Tenggara, bernilai mendekati USD 100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD 180–340 miliar pada 2030. Airlangga berharap potensi ini dioptimalkan melalui inovasi inklusif guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sejalan dengan tekad OJK memastikan inovasi berjalan di ekosistem yang aman dan memberi manfaat bagi ekonomi riil. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan transaksi ekonomi keuangan digital sebesar 40,36 persen (yoy) hingga Agustus 2026, mencapai 6,11 miliar transaksi. Peningkatan didorong aksepansi QRIS yang meresap ke 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta merchant, serta transaksi ritel via BI-Fast yang mencatat volume 549 juta transaksi bernilai Rp 1.346 triliun. Perhelatan dibuka secara resmi oleh pejabat tinggi negara termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, menandakan komitmen lintas sektor untuk mengembangkan infrastruktur pembayaran digital seperti QRIS dan Kartu Kredit Indonesia sebagai tulang punggung ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif dan terintegrasi.

Berita Terkait Lainnya