Krisis pasokan energi global menempatkan Amerika Serikat dalam posisi mengkhawatirkan karena Cadangan Minyak Strategis (SPR) anjlok ke level terendah dalam 44 tahun terakhir, yaitu 283,8 juta barel per Oktober 1982. Data dari Energy Information Administration (EIA) dan Departemen Energi AS menunjukkan penurunan drastis ini memicu kekhawatiran analis bahwa AS kehabisan opsi untuk meredam lonjakan harga minyak dunia.
Pengurasan cadangan bermula dari instruksi Presiden Donald Trump pada Maret lalu untuk melepas 172 juta barel minyak ke pasar, sebagai bagian dari langkah terkoordinasi 32 negara anggota International Energy Agency (IEA) yang total melepas 400 juta barel. Namun, strategi intervensi pasar ini dinilai sudah mendekati batas kemampuan operasionalnya.
Analis energi dari Atlantic Council, Ben Cahill, menyatakan bahwa penggelontoran minyak berulang kali memberikan hasil yang makin tidak efektif. Pada titik tertentu, langkah ini justru menjadi senjata makan tuan karena pelepasan minyak ke pasar akan terkalahkan oleh persepsi publik bahwa AS mulai kehabisan opsi.
Situasi ini menjadi sinyal bahaya yang memicu ketakutan para analis, terutama karena cadangan minyak darurat AS yang menyusut ke level terendah sejak Oktober 1982 menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan AS dalam menghadapi krisis energi global.