Baznas Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern 2026 di Gedung Islamic Center Majalengka. Kegiatan ini melibatkan pengurus dari 10 masjid yang diproyeksikan menjadi percontohan pengelolaan masjid modern, profesional, dan berkelanjutan.
Ketua Baznas Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menegaskan bahwa masjid perlu dikembangkan melampaui fungsi ibadah ritual menjadi pusat pendidikan, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kemakmuran masjid tidak cukup diukur dari kemegahan bangunan atau ramainya jamaah, tetapi juga dari manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengapresiasi inisiatif ini dan menilai kolaborasi pemerintah dan masyarakat penting untuk mewujudkan visi pembangunan daerah 'Langkung SAE'. Ia menekankan semangat 'SAEkeun' Majalengka harus diwujudkan melalui kerja bersama, termasuk memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.
Melalui pelatihan tersebut, 10 masjid peserta diharapkan mampu menerapkan manajemen lebih terarah, memperluas keterlibatan generasi muda, serta mengembangkan program produktif. Baznas Majalengka berharap model pengelolaan ini menjadi contoh bagi masjid lain, sehingga masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga motor penggerak solidaritas sosial dan kemandirian ekonomi umat.