Produksi minyak mentah gabungan OPEC+ mencapai 30,24 juta barel per hari pada September, level tertinggi sejak pecahnya perang AS-Iran, didorong lonjakan ekspor melalui Selat Hormuz.
Kenaikan ini dipimpin oleh Arab Saudi dan Irak, yang mampu memulihkan output setelah penurunan tajam akibat serangan kelompok Houthi pada Agustus.
Meskipun meningkat, produksi saat ini masih 3,16 juta barel per hari di bawah tingkat sebelum perang dan 4,21 juta barel per hari di bawah target gabungan bulan tersebut.
Perbaikan ini menunjukkan ketahanan aliansi dalam menghadapi konflik regional, namun pasar energi tetap berhati-hati karena capaian produksi masih jauh di bawah target maksimal.