CEO PT Danantara Development Management Fund (DDMF), Sigit Puji Santosa, menekankan pentingnya investasi jangka panjang yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan talenta, dan industri bernilai tambah tinggi. Pesan ini disampaikan dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta.
Indonesia dinilai memiliki modal besar berupa sumber daya alam, pasar domestik yang luas, dan basis manufaktur yang kuat. Data OECD Trade in Value Added (TiVA) 2025 menunjukkan sekitar 82% nilai ekspor manufaktur Indonesia tercipta di dalam negeri, setara China (81%) dan lebih tinggi dari Malaysia, Korea Selatan, serta Vietnam. Namun, kontribusi Indonesia terhadap ekspor manufaktur global masih sekitar 0,3%, menandakan peluang besar untuk meningkatkan skala, kompleksitas, dan daya saing industri.
Untuk mendorong industrialisasi, fokus perlu diarahkan pada penguatan pemasok domestik, kapabilitas teknologi, inovasi, dan keterhubungan dengan pasar global. Sektor seperti semikonduktor, kecerdasan artifisial, dan manufaktur berbasis teknologi diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus memperluas kesempatan kerja berkualitas.
Tantangan utama adalah mengembangkan industri dengan kompleksitas dan nilai tambah lebih tinggi agar mampu bersaing secara global, meskipun Indonesia sudah memiliki fondasi yang kuat.