Ekonom: Keterbatasan beras di ritel tidak terkait gangguan swasembada

Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 23.34
Ekonom: Keterbatasan beras di ritel tidak terkait gangguan swasembada

Sumber Berita Asli

Berita Terkini - ANTARA News

Baca di Website Asli ↗
Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menilai keterbatasan beras premium di ritel modern bukan akibat gangguan swasembada, melainkan penyesuaian pasar setelah pemerintah menertibkan produsen yang diduga melakukan kecurangan. Menurutnya, penindakan tersebut sudah tepat untuk melindungi konsumen dan menjaga kualitas pangan nasional, sementara hambatan distribusi bersifat sementara karena produsen tengah beradaptasi. Sekretaris Utama Bapanas Ito Hediarto memastikan stok beras nasional aman, dengan ketersediaan di Pasar Induk Beras Cipinang mencapai 40-50 ribu ton dan arus keluar-masuk 1,8-2,5 ribu ton per hari. Harga beras premium di tingkat grosir juga dinilai wajar, berkisar Rp12.860 hingga Rp14.200 per kilogram. Bapanas menyatakan ketersediaan beras tetap terjaga meski menghadapi kemarau dan El Nino, didukung produksi dan luas panen yang positif. Bulog telah merealisasikan pengadaan 75,3 ribu ton beras komersial, dan distribusi ke ritel modern terus dikawal bersama Satuan Tugas Pangan. Sebelumnya, Bapanas menemukan 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai standar dan merugikan konsumen hingga Rp89 triliun, sehingga pemerintah memerintahkan penarikan produk, pencabutan izin, dan proses hukum bagi pihak terkait.

Berita Terkait Lainnya