AirNav Indonesia berbagi pengalaman menerapkan Free Route Operation (FRTO) dalam forum ICAO Air Navigation World - ATFM 2026 di Montreal, Kanada. Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro menjadi panelis dalam sesi FUA & Free Route Airspace dengan materi tentang sequencing FRTO di wilayah udara kepulauan Indonesia.
FRTO memberi keleluasaan maskapai memilih lintasan penerbangan sesuai kondisi operasional. Inisiatif ini dimulai pada 2020 saat pandemi menurunkan lalu lintas udara, lalu diuji coba dan diberlakukan penuh di FIR Jakarta dan Ujung Pandang pada 5 Oktober 2023 untuk ketinggian FL330 hingga FL600.
Tantangan penerapan FRTO di Indonesia meliputi pengelolaan ruang udara seluas 7,79 juta kilometer persegi di lebih dari 17.000 pulau dan koordinasi dengan 10 FIR negara tetangga. AirNav memperkuat sistem otomasi, kompetensi pemandu lalu lintas udara, serta memperluas FRTO lintas FIR dengan FIR Oakland, Port Moresby, dan Australia.
Sepanjang 2020-2025, 10.578 penerbangan memanfaatkan FRTO, dengan peningkatan 82 persen pada 2025. AirNav memperkirakan penghematan bahan bakar USD 8,04 juta dan pengurangan emisi CO₂ 5.426 ton. Ke depan, FRTO akan menjadi fondasi pengembangan Trajectory-Based Operations (TBO).