Kinerja APBN hingga September 2026 menunjukkan penerimaan negara tumbuh 25,5% dengan pajak sebagai penopang utama, mencapai Rp2.341,5 triliun. Pemerintah mulai melonggarkan pengelolaan restitusi pajak untuk memenuhi hak wajib pajak di tengah akselerasi belanja. Di sisi lain, pemerintah masih harus mengelola kebutuhan pembiayaan hingga akhir tahun dengan memperhatikan kondisi pasar keuangan dan biaya penerbitan surat utang negara. Beberapa catatan utama termasuk pembayaran subsidi dan kompensasi yang menembus Rp376 triliun, pemangkasan pagu anggaran BGN, serta persiapan Perpres untuk kewajiban keuangan Whoosh.