Bank Syariah Nasional (BSN) resmi masuk ke pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui kerja sama dengan Kementerian UMKM yang ditandatangani pada Kamis (8/10/2026). Langkah ini menyasar pedagang, pengusaha kecil, merchant, hingga ekosistem usaha daerah, dengan memanfaatkan data karakteristik pelaku usaha dari kementerian untuk menjangkau penerima KUR secara lebih tepat.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menegaskan UMKM menyerap hampir 97 persen tenaga kerja dan menyumbang lebih dari 60 persen PDB, sehingga perluasan akses pembiayaan menjadi fokus bisnis perseroan. Kerja sama ini juga didukung pertumbuhan layanan digital, dengan merchant QRIS mencapai 6.645 hingga September 2026 atau naik sekitar 10 persen dari bulan sebelumnya.
Transaksi merchant QRIS Bank BSN sepanjang tahun berjalan mencapai 2,44 juta transaksi senilai Rp178,8 miliar, sementara aplikasi Bale Syariah by BSN memiliki sekitar 258 ribu pengguna dengan 3,84 juta transaksi bernilai lebih dari Rp7,4 triliun. Dari sisi intermediasi, pembiayaan Bank BSN tumbuh 26,32 persen secara tahunan menjadi Rp64,6 triliun, dan DPK naik 14,86 persen menjadi Rp65,4 triliun.
Alex menyatakan pertumbuhan bisnis harus diikuti perluasan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha. Bank BSN berkomitmen memperluas pembiayaan UMKM dengan prinsip kehati-hatian agar kontribusinya terhadap UMKM Indonesia semakin besar.