Sebuah studi baru yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat mobilitas asal Belgia, Johanna.be, menunjukkan bahwa sistem Full Self-Driving (FSD) milik Tesla kerap melanggar peraturan lalu lintas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2026 dengan mengemudi sekitar 400 kilometer melintasi kota Brussels selama tiga hari berturut-turut. Para peneliti mendokumentasikan perilaku kendaraan otonom tersebut dan menemukan bahwa pelanggaran terjadi secara teratur. Temuan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesiapan teknologi pengemudian otonom untuk diterapkan secara luas di jalan raya.