Europe and UAE plan $1 billion orbital data center with 50 connected "computers" and a central "LLM store" that allows users to select what open source model to use on data collected by satellite sensors

Senin, 28 September 2026 pukul 19.15
Europe and UAE plan $1 billion orbital data center with 50 connected "computers" and a central "LLM store" that allows users to select what open source model to use on data collected by satellite sensors

Sumber Berita Asli

Latest from TechRadar

Baca di Website Asli ↗
Marlan Space dari Abu Dhabi dan Loft Orbital mengumumkan program senilai $1 miliar untuk memperluas konstelasi observasi Bumi Altair dari 10 menjadi 50 satelit. Program ini didanai oleh investor Uni Emirat Arab dan akan menggunakan model AI dari laboratorium Prancis, Mistral AI, yang dijalankan langsung di satelit. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron pada KTT Luar Angkasa Internasional di Paris. Satelit-satelit tersebut akan membawa sensor radar, optik, dan lainnya yang dirancang untuk menginterpretasi data sebelum dikirim ke Bumi, memungkinkan peringatan dalam hitungan detik alih-alih memerlukan waktu berjam-jam untuk mengunduh dan memproses citra mentah. Arsitektur ini pada dasarnya berfungsi sebagai pusat data orbital dengan 50 unit komputasi terhubung dan toko aplikasi terpusat yang memungkinkan pengguna memilih model LLM mana yang akan dijalankan pada data yang dikumpulkan satelit. Pelanggan dapat mengakses melalui apa yang disebut mitra sebagai toko aplikasi AI, memilih model yang diinginkan, menjalankannya pada wahana antariksa bersama, dan mengekspor data ke model eksternal jika diperlukan. Satelit diproduksi oleh Orbitworks di fasilitasnya di Abu Dhabi, situs produksi komersial terbesar di kawasan tersebut. Mistral bergabung dalam konsorsium untuk menyediakan model onboard yang memberikan kemampuan penalaran dan penugasan bahasa alami di orbit. Program yang disebut Altair-Next Gen ini menawarkan kemampuan permanen dibandingkan solusi tradisional yang memerlukan waktu berjam-jam untuk memproses data di darat. Langkah ini menjadi penting bagi Uni Eropa dan investor UEA untuk berinvestasi dalam alternatif di tengah upaya lab-lab AI Amerika yang ingin "memperlambat frontier" AI karena kekhawatiran akan risiko teknologi tersebut.

Berita Terkait Lainnya