Turki, Azerbaijan, dan Uzbekistan menggelar latihan gabungan militer besar bernama 'Power of Unity-2026' di Azerbaijan. Lebih dari 3.500 personel dari ketiga negara ini berpartisipasi dalam latihan yang mencakup simulasi serangan drone massal, perang siber, disinformasi, serta operasi laut dan perbatasan. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan militer menghadapi ancaman nyata di tengah pergeseran geopolitik saat ini.
Di area latihan militer Qızılqaya, pasukan menggunakan berbagai aset canggih termasuk lebih dari 130 kendaraan nirawak, 70 kendaraan lapis baja, 90 sistem artileri, dan 20 aset penerbangan. Latihan ini diselenggarakan untuk pertama kalinya di distrik Hojavend, wilayah Karabakh, Azerbaijan.
Menteri Pertahanan Turki, Yaşar Güler, memuji keberhasilan latihan ini baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan. Ia menekankan pentingnya kesiapan militer yang maksimal, namun tetap menegaskan komitmen negara-negara koalisi untuk hidup dalam damai.