Presiden Amerika Serikat Donald Trump memilih untuk tidak kembali melancarkan serangan militer terhadap kelompok Houthi di Yaman, meskipun kelompok tersebut masih melancarkan serangan ke Arab Saudi dan mengancam jalur pelayaran di Laut Merah.
Menurut koresponden urusan luar negeri Politico, Nahathal Tosi, keengganan Washington membuka front perang baru didasari oleh pertimbangan praktis, militer, dan politik. Salah satu alasan terbesarnya adalah situasi kompleks yang saat ini masih dihadapi AS terkait Iran.
Membuka konfrontasi baru dengan Houthi, yang didukung dan dipersenjatai oleh Iran, dinilai berisiko memperluas eskalasi konflik di Timur Tengah. Kendati demikian, para analis mengingatkan bahwa kebijakan Trump ini belum tentu permanen mengingat kecenderungannya yang kerap mengubah arah kebijakan secara mendadak.