Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim bahwa Daerah Aliran Sungai (DAS) Mampang dan Krukut dapat mengurangi banjir Jakarta hingga delapan persen. Hal ini disampaikannya saat meninjau pembangunan Embung Kebagusan di Jakarta Selatan pada Selasa (13/10) sore.
Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI sedang melakukan langkah preventif banjir melalui pembangunan sejumlah embung dan waduk. Dua embung dan satu waduk sedang dalam proses pembangunan dan diproyeksikan beroperasi pada Februari 2027, yaitu Embung Kebagusan, Embung Pondok Labu (Cilandak Marinir), dan Waduk Sunter Hulu.
Embung Kebagusan memiliki luas dua hektare dengan anggaran sekitar Rp250 miliar, terdiri dari Rp200 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp50 miliar untuk konstruksi fisik. Embung ini dibangun untuk mengurangi banjir di Sistem Kali Mampang-Krukut, dengan perkiraan pengurangan banjir sekitar 2,3 persen, serta akan difungsikan sebagai ruang publik dan sumber air yang dapat diolah untuk konsumsi.
Pembangunan ini merupakan bagian dari JakTirta Project, program strategis Pemprov DKI Jakarta yang dimulai sejak 2025 untuk mengendalikan banjir, yang juga mencakup kluster polder serta kali atau sungai.