Kemenag dan British Council Siapkan 6.000 Guru Madrasah Hadapi Wajib Bahasa Inggris 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 02.33
Kemenag dan British Council Siapkan 6.000 Guru Madrasah Hadapi Wajib Bahasa Inggris 2027

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Kementerian Agama (Kemenag) bersama British Council meluncurkan program penguatan pembelajaran Bahasa Inggris bagi 6.000 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Jakarta, Selasa. Program bertajuk STEPS-CoP ini merupakan persiapan strategis menjelang penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas III hingga VI mulai tahun 2027. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan kebijakan ini bukan sekadar penambahan mata pelajaran, melainkan upaya mempersiapkan generasi madrasah agar mampu mengakses pengetahuan global tanpa kehilangan nilai-nilai inti dan karakter mereka. Program ini mengedepankan pendekatan Community of Practice (CoP) yang bertujuan membangun pengembangan profesional guru secara berkelanjutan dan kolaboratif. Sebagai langkah awal, diselenggarakan Training of Trainers (ToT) bagi 68 pemimpin CoP dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam, lembaga pengawas madrasah, dan pusat pelatihan guru, yang nantinya akan menggerakkan komunitas belajar di 34 kota dan kabupaten. Direktur British Council untuk Indonesia, Summer Xia, menekankan bahwa investasi pada guru berarti berinvestasi pada peluang generasi pembelajar masa depan. Dengan lebih dari 26.800 Madrasah Ibtidaiyah di seluruh Indonesia, program ini diharapkan menjadi model pengembangan kapasitas guru yang berkelanjutan dan dapat direplikasi dalam skala lebih luas.

Berita Terkait Lainnya

Kemenag dan British Council Siapkan 6.000 Guru Madrasah Hadapi Wajib Bahasa Inggris 2027 - Nasional & Politik - Feedify