Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memastikan peluncuran lima jilid pertama buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" bebas dari intervensi pemerintah. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan kementerian hanya bertindak sebagai fasilitator tanpa mengubah naskah demi menjaga integritas ilmiah dan kebebasan akademik.
Penulisan buku yang menanti pemutakhiran hampir dua dekade ini melibatkan 123 sejarawan dan akademisi dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga penelitian. Keterlibatan lintas lembaga ini bertujuan mencegah dominasi narasi tunggal atau bias kepentingan politik tertentu.
Lima jilid pertama ini berfokus pada babak awal perjalanan Nusantara, mencakup era praaksara, perkembangan kebudayaan maritim, interaksi dengan peradaban global, hingga dinamika sosial-politik abad ke-19.
Guna menjamin transparansi, Kemenbud membuka akses gratis bagi publik untuk mengunduh seluruh berkas digital kelima jilid buku tersebut melalui portal resmi pustakabudaya.id terhitung mulai hari ini.