Bandara Melalan di Kabupaten Kutai Barat membatalkan seluruh penerbangan dari 1 hingga 5 September 2026 akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menurunkan jarak pandang hingga di bawah satu kilometer. Kepala UPBU Melalan, Bernard Repelita Purba, menegaskan bahwa langkah ini merupakan penerbangan prinsip safety first demi keselamatan penerbangan, terutama saat proses pendekatan dan pendaratan pesawat. Maskapai Wings Air, Smart Aviation, serta penerbangan sewaan PT Bayan juga menghentikan operasionalnya. Pembatalan ini sejalan dengan arahan Kementerian Perhubungan yang mensyaratkan penundaan jika jarak pandang di bawah batas minimum. Dampak kabut asap juga melumpuhkan Bandara Muara Teweh selama lebih dari satu minggu, sementara bandara utama di Kalimantan Timur seperti Balikpapan dan Samarinda masih beroperasi normal. Otoritas bandara akan terus memantau cuaca dan baru membuka kembali operasional jika persyaratan keselamatan terpenuhi.