Kabut Asap Karhutla Pekat, Bandara Melalan Kutai Barat Setop Total Operasi

Kamis, 3 September 2026 pukul 03.45
Kabut Asap Karhutla Pekat, Bandara Melalan Kutai Barat Setop Total OperasiIlustrasi (Auto-Generated)

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Operasional Bandara Melalan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, dihentikan total pada periode 1-5 September 2026 akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin pekat. Jarak pandang di sekitar bandara memburuk hingga berada di bawah satu kilometer, sehingga otoritas bandara menerapkan prinsip mengutamakan keselamatan (safety first). Kepala UPBU Melalan Bernard Repelita Purba menegaskan pembatalan seluruh penerbangan merupakan langkah mutlak demi keamanan. Maskapai penerbangan perintis seperti Wings Air dan Smart Aviation telah mengumumkan pembatalan hingga pekan depan apabila hujan tidak kunjung turun. Selain penerbangan komersial, aktivitas penerbangan charter juga dilumpuhkan, termasuk helikopter pribadi milik PT Bayan, karena jarak pandang terbatas sangat membahayakan prosedur pendekatan dan pendaratan. Dalam kondisi normal, Bandara Melalan melayani rata-rata 60 penumpang per hari dengan tingkat okupansi di atas 80 persen, atau sekitar 1.800 penumpang dalam satu bulan. Langkah ini sejalan dengan arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub yang mensyaratkan penerbangan ditunda, dialihkan, atau dibatalkan jika jarak pandang berada di bawah batas minimum. Dampak kabut asap juga melumpuhkan Bandara Muara Teweh selama lebih dari satu minggu, sementara bandara kelas lebih tinggi di Balikpapan, Samarinda, dan Berau masih beroperasi normal. Operasional baru akan dibuka kembali apabila seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi.

Berita Terkait Lainnya

Kabut Asap Karhutla Pekat, Bandara Melalan Kutai Barat Setop Total Operasi - Nasional & Politik - Feedify