Menteri Investasi Bahlil Lahadalia membagikan kisah perjuangan masa mudanya saat menempuh kuliah di Jayapura, Papua, yang penuh keterbatasan. Ia harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sendiri tanpa kiriman orang tua, bahkan pernah mengalami busung lapar. Perjalanan dari Fakfak ke Jayapura ditempuh dengan kapal perintis selama dua minggu yang bercampur hewan dan bahan pangan. Selama kuliah, Bahlil dan teman-temannya di asrama sering kesulitan makanan, sehingga harus makan mangga muda atau buah-buahan sekitar untuk bertahan hidup.