Pemerintah Provinsi Banten menargetkan penataan seluruh jabatan kepala sekolah (kepsek) yang kosong di wilayahnya selesai pada Desember 2026. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaluddin, menyatakan bahwa proses pengisian saat ini masih disiapkan bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Gelombang pensiun menjadi faktor utama pemicu kekosongan, dengan estimasi mencapai hampir 60 posisi hingga akhir tahun. Rangkaian penataan diawali dengan rotasi jabatan yang ditargetkan selesai pada Oktober 2026, kemudian dilanjutkan dengan pengisian sisa formasi melalui tahapan promosi yang mencakup seleksi administrasi, uji kompetensi (CAT), hingga wawancara.
Jamaluddin menargetkan proses pengisian melalui promosi dapat diselesaikan pada Desember. Saat ditanya terkait penempatan yang harus sesuai domisili, ia mengatakan mekanismenya masih fleksibel dan akan disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk kemungkinan menggunakan pendekatan zonasi.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Aprindhi Hartawan, menyatakan penataan kepsek akan diawali dengan rotasi terhadap kepsek yang penempatannya tidak sesuai domisili, sebagai upaya menyesuaikan penempatan agar lebih dekat dengan tempat tinggal.