Zcash mengaktifkan upgrade jaringan NU7 di testnet pada 4 Oktober dengan blok 4.465.026 sebagai titik aktivasi, dan menargetkan aktivasi mainnet pada 5 November. Upgrade ini memangkas target jarak blok dari 75 detik menjadi 25 detik, perubahan struktural pada ritme produksi blok. Keputusan final mengenai aktivasi mainnet dijadwalkan 20 Oktober, hanya sekitar dua pekan setelah testnet berjalan.
NU7 juga menonaktifkan transaksi versi 4 dan mengintegrasikan Network Sustainability Mechanism, yang mengalihkan sebagian biaya transaksi menjadi imbalan blok di masa depan. Dana ZEC di shielded pool legacy Sprout menjadi tidak dapat dibelanjakan kecuali dipindahkan sebelum NU7 aktif penuh, menciptakan tenggat migrasi bagi pemegang lama. Beban penyesuaian terutama jatuh pada full node, indexer, dan block explorer, bukan pengguna akhir.
Bagi Indonesia, dampak langsungnya terbatas karena tidak ada emiten di BEI yang terpaut langsung dengan ekosistem Zcash. Namun pasar kripto ritel domestik aktif, sehingga exchange, penyedia kustodi, dan pengelola node lokal perlu memperbarui infrastruktur sebelum aktivasi mainnet. Keterlambatan sinkronisasi berisiko menyebabkan kesalahan pencatatan aset dan risiko kepatuhan.
Yang sebenarnya diuji adalah kemampuan ekosistem terdesentralisasi mengeksekusi perubahan konsensus dalam waktu kurang dari sebulan. Risiko terbesar bukan kegagalan jaringan, melainkan fragmentasi versi yang membuat sebagian pengguna tidak bisa mengakses dana. Untuk pasar kripto Indonesia yang didominasi ritel, ini pengingat bahwa risiko aset digital sering datang dari sisi operasional.