StarkWare berhasil melakukan uji coba transaksi Bitcoin tahan-kuantum pertama di mainnet dengan biaya operasional sekitar USD150-200. Transaksi ini memanfaatkan skema Quantum Safe Bitcoin (QSB) untuk mencegah pemalsuan oleh ancaman komputer kuantum di masa depan.
Meski sukses secara teknis, metode ini membutuhkan biaya besar dan jalur khusus ke penambang, sehingga tidak ekonomis untuk transaksi harian. Solusi ini hanya bersifat darurat, dan sebuah soft fork tetap diperlukan untuk melindungi seluruh jaringan Bitcoin secara komprehensif.
Bagi industri kripto Indonesia, perkembangan ini menuntut exchange lokal untuk memastikan kompatibilitas sistem menghadapi potensi perubahan protokol. Kesiapan ini krusial untuk menghindari gangguan operasional jika migrasi aset pasca-kuantum diwajibkan.
Regulator Bappebti dan OJK juga diharapkan mulai memantau standar keamanan global ini. Keputusan soft fork yang tertunda kini mendapat tekanan nyata, di mana keberhasilan mitigasi akan menentukan kepercayaan publik jangka panjang terhadap aset digital.