Jaringan blockchain Cronos dihentikan sementara menyusul eksploitasi pada protokol pinjaman terdesentralisasi (DeFi) Tectonic yang mengancam dana senilai $75 juta. Sebagian besar dana masih terkunci di Cronos, sementara sekitar $14 juta telah dipindahkan ke Ethereum dan dompet penyerang.
Hingga berita diturunkan, penyebab pasti dan jadwal pemulihan jaringan belum diketahui. Pihak Crypto.com menegaskan bahwa aplikasi serta exchangenya tidak terpengaruh dan tetap beroperasi normal.
Insiden ini menyoroti kerentanan struktural DeFi terhadap manipulasi likuiditas, yang berpotensi mengikis kepercayaan investor. Bagi pasar kripto Indonesia, peristiwa ini memicu sentimen risk-off dan berisiko menekan volume perdagangan domestik.
Kejadian ini diprediksi juga mempercepat penyusunan regulasi aset digital oleh OJK dan Bappebti dalam 3-6 bulan ke depan, dengan fokus pada keamanan protokol dan perlindungan konsumen.