Pasar aset nyata (RWA) yang di-tokenisasi di jaringan Stellar menembus US$4 miliar, didorong oleh adopsi institusional nyata dari lembaga seperti DTCC dan MoneyGram. Ironisnya, pertumbuhan fundamental jaringan ini tidak diikuti harga token aslinya, XLM, yang justru melemah 11% sejak awal tahun.
Tren global ini berpotensi mengubah lanskap keuangan tradisional dan memiliki relevansi bagi Indonesia. Exchange kripto lokal seperti Tokocrypto dapat memanfaatkan peluang ini jika produk tokenized mulai masuk pasar domestik.
Namun, kondisi makro domestik saat ini kurang berpihak, dengan pelemahan rupiah dan tingginya imbal hasil US Treasury yang menekan selera risiko investor dalam jangka pendek. Selain itu, kepastian regulasi dari OJK dan Bappebti terkait aset digital masih ditunggu.
Tanpa kerangka hukum yang jelas, investor lokal berisiko beralih ke platform asing, membuat Indonesia kehilangan peluang inklusi keuangan. Oleh karena itu, kesiapan regulasi dan stabilitas sistem jaminan aset menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar.