FLOQ, platform investasi aset kripto, menyimpulkan minat masyarakat terhadap kripto tetap terjaga meskipun terjadi penurunan nilai transaksi. Data OJK mencatat nilai transaksi kripto turun menjadi Rp20,52 triliun pada Juli 2026, namun jumlah konsumen justru bertambah mendekati 23 juta akun.
Perubahan pola transaksi ini dikaitkan dengan tekanan ekonomi, di mana masyarakat kini berinvestasi dengan nominal lebih kecil dan berhati-hati. Membesarnya kelompok calon kelas menengah yang menghadapi tekanan daya beli membuat alokasi dana untuk instrumen volatilitas tinggi seperti kripto menjadi lebih terbatas.
Selain faktor domestik, perlambatan transaksi juga dipicu oleh volatilitas pasar kripto global. Meski demikian, ekosistem aset keuangan digital di Indonesia terus berkembang dengan OJK yang telah memberikan izin kepada 32 entitas serta masuknya pemain global.
Ke depan, persaingan industri diperkirakan bergeser dari sekadar mengejar jumlah pengguna baru menjadi menjaga aktivitas pengguna. FLOQ melihat peluang pertumbuhan pada pengembangan tokenized stocks dan produk derivatif yang disesuaikan dengan profil risiko investor.