Penelitian baru oleh Emergn menunjukkan bahwa sekitar 23% pemimpin senior di Britania Raya mungkin berbohong tentang seberapa banyak pengetahuan mereka tentang AI. Faktor utama yang mendorong hal ini adalah rasa takut dan ketidaknyamanan, dengan 38% khawatir karier mereka akan terancam jika tidak meningkatkan keterampilan AI mereka dalam satu tahun ke depan. Meskipun demikian, mayoritas pemimpin (43%) menilai keterampilan AI lebih tinggi daripada kualifikasi formal, mencerminkan tekanan untuk beradaptasi.
CEO Emergn, Alex Adamopoulos, menyarankan agar para pemimpin lebih jujur mengakui kekurangan pengetahuan mereka karena teknologi ini baru bagi semua orang. Laporan tersebut menekankan pentingnya pelatihan yang berpusat pada manusia untuk membantu karyawan menyelesaikan masalah sehari-hari, bukan hanya teori teknis. Akhirnya, perusahaan menuntut tanggung jawab yang lebih jelas dalam pelatihan AI di tingkat organisasi.