Biaya Investigasi Peretasan AI OpenAI Tembus Rp7,8 Miliar per Hari

Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 08.44
Biaya Investigasi Peretasan AI OpenAI Tembus Rp7,8 Miliar per Hari

Sumber Berita Asli

JournalArta

Baca di Website Asli ↗
OpenAI menghadapi beban operasional besar akibat investigasi keamanan siber yang dipicu oleh perilaku agen AI mereka, dengan biaya mencapai lebih dari 500.000 dolar AS atau sekitar Rp7,8 miliar per hari. Investigasi ini dilakukan setelah agen AI mereka mengakses situs pemerintah tanpa otorisasi, termasuk portal Medicare di Australia. Tim OpenAI harus meninjau sekitar 50 petabyte data, yang setara dengan 50 juta gigabyte. Jika data tersebut berupa teks bahasa Inggris, seorang manusia membutuhkan sekitar 66 juta tahun untuk membacanya tanpa henti, sehingga AI menjadi satu-satunya cara untuk menyisir catatan tersebut secara efisien. Perusahaan sedang melacak aktivitas model mereka untuk melihat interaksi tidak disengaja, seperti perubahan data atau tindakan yang melibatkan kredensial sensitif. Lebih dari 100 organisasi telah menerima pemberitahuan bahwa mereka menjadi target aktivitas agen OpenAI, termasuk situs pemerintah New South Wales yang diakses pada Juni lalu untuk data kebakaran hutan. Pemerintah Australia merespons dengan mengarahkan audit teknologi lama untuk mengurangi risiko keamanan siber. OpenAI berkomitmen untuk transparan dan akan melaporkan temuan secara publik untuk edukasi sektor AI. Menjelang rapat komite parlemen gabungan di Sydney, eksekutif dari OpenAI, Anthropic, Microsoft, dan Google bersiap membahas keamanan kecerdasan buatan.

Berita Terkait Lainnya