Meta meluncurkan Muse Gadgets, proyek open-source yang memungkinkan pengembang membangun perangkat keras kustom terhubung ke agen AI Muse melalui firmware, Linux SDK, dan dukungan komunitas Discord. Perangkat bisa dibangun menggunakan komponen terjangkau seperti Raspberry Pi atau ESP32 untuk mengontrol layar, sensor, dan aktuator.
Meta mendemonstrasikan ekosistem ini dengan Muse Home Link, perangkat USB-C yang menghubungkan Muse ke jaringan rumah dan perangkat pintar; 5.000 unit dibagikan gratis dan menarik minat tinggi (30.000 tampilan dalam beberapa jam). Langkah ini merupakan bagian strategi Meta agar Muse melampaui peran chatbot biasa dan hadir di perangkat sehari-hari.
Secara paralel, Meta memperluas jangkauan ke sektor B2B dengan meluncurkan Muse for Small Business (gratis terbatas, terintegrasi Shopify, Dropbox, Slack) serta mendirikan unit Meta Enterprise Platform untuk pelanggan korporat. Pendekatan open-source ini meniru model Android: memindahkan biaya eksperimen keras ke komunitas untuk memperluas permukaan distribusi ekosistem Muse.
Bagi Indonesia, relevansinya besar mengingat WhatsApp sebagai tulang pungguk bisnis UMKM hingga korporasi; jika agen AI menjadi antarmuka utama di lapisan tersebut, pola operasional dan pemasaran akan bergeser. Kondisi pasar makro saat ini relatif stabil (IHSG 6.037, USD/IDR 17.900), membuat narasi AI konsumen berpotensi menggerakkan sentimen sektoral teknologi.