Trump Disebut Tunjuk Jay Clayton sebagai AI Czar AS

Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 07.06
Trump Disebut Tunjuk Jay Clayton sebagai AI Czar AS

Sumber Berita Asli

Feedberry — Bisnis, Pasar & Kebijakan Indonesia

Baca di Website Asli ↗
Presiden AS Donald Trump dilaporkan akan menunjuk Jay Clayton, ketua Komunitas Intelijen (DNI) saat ini, sebagai AI Czar baru, meski Gedung Putih membantah spekulasi dan menegaskan pengumuman resmi hanya datang dari presiden. Clayton memiliki latar belakang kuat di kebijakan Washington, pernah memimpin SEC di masa pertama Trump dan dikonfirmasi Senat sebagai DNI pada Juli lalu; laporan menyebut ia akan merangkap dua posisi ini. Penunjukan ini merupakan bagian dari rencana pembentukan "AI Force" yang dimodelkan mirip Space Force untuk mengelola pertumbuhan sektor AI tanpa menambah beban regulasi yang menghambat inovasi. Langkah ini muncul di tengah perdebatan soal risiko AI, di mana CEO Anthropic Dario Amodei mengusulkan perlambatan pengembangan, mendapat dukungan Sam Altman (OpenAI) dan Elon Musk (SpaceX), namun ditolak Jensen Huang (Nvidia). Trump baru-baru ini mengumpulkan pemimpin teknologi untuk menandatangani komitmen "self-policing". Pemilihan figur berlatar regulator pasar modal dan kepala intelijen menandakan pergeseran AI dari isu teknologi sektoral menjadi domain keamanan nasional strategis. Model "self-policing" AS ini berpotensi menciptakan divergensi standar kepatuhan dengan Uni Eropa yang mengedepankan kerangka regulasi ketat, menantang pelaku industri global. Sebelumnya jabatan AI Czar dijabat David Sacks selama 130 hari sesuai batas pegawai khusus, menunjukkan struktur jabatan ini sudah memiliki preseden dan batas waktu. Bagi Indonesia, kebijakan tata kelola AS sering jadi rujukan global; ketidakpastian arah regulasi di AS bisa memperlambat investasi infrastruktur AI lintas batas, namun perusahaan multinasional di Indonesia cenderung menyesuaikan kebijakan internal dengan standar asal negara mereka.

Berita Terkait Lainnya