Serangan siber berbasis AI hantam sektor keuangan Korea Selatan, data puluhan ribu orang bocor

Senin, 5 Oktober 2026 pukul 16.11
Serangan siber berbasis AI hantam sektor keuangan Korea Selatan, data puluhan ribu orang bocor

Sumber Berita Asli

Latest News

Baca di Website Asli ↗
Gelombang serangan siber yang diduga memanfaatkan AI menghantam industri keuangan Korea Selatan, membobol sistem sejumlah bank dan lembaga keuangan serta menyebabkan kebocoran data pribadi puluhan ribu orang. Serangan terdeteksi sejak 27 September, dengan Hyundai Capital, Yegaram Savings Bank, dan Welcome Savings Bank mengalami kebocoran data signifikan, diikuti bank besar seperti KB Kookmin, Shinhan, Hana, Woori, dan NH NongHyup pada 1-2 Oktober. Otoritas menemukan alamat IP yang sama di tujuh perusahaan terdampak, mengindikasikan kemungkinan satu pelaku, dan menyelidiki penggunaan platform pengujian penetrasi berbasis AI asal China, Artex. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas kebocoran data di lembaga keuangan dan badan publik. Financial Services Commission (FSC) menggelar pertemuan darurat, memerintahkan pemeriksaan keamanan menyeluruh, memperketat kontrol akses, dan memblokir akses eksternal ke sistem kecuali diperlukan. Regulator juga akan membagikan informasi metode serangan dan alamat IP ke seluruh industri untuk mencegah serangan lanjutan. Meski tidak ditemukan indikasi kebocoran informasi pembayaran, data pribadi yang terekspos berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan lanjutan seperti voice phishing dan pesan teks palsu. Partai oposisi People Power Party meminta penyelidikan kemungkinan keterlibatan Korea Utara, merujuk pada serangan siber sebelumnya terhadap institusi keuangan Korea Selatan yang dikaitkan dengan Pyongyang.

Berita Terkait Lainnya