Anggota Komisi III DPR Abdullah menuntut Polri mengusut tuntas kematian warga berinisial BS (59) saat terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pascaaksi demonstrasi di Gedung DPR.
Legislator tersebut meminta kepolisian membedah pelaku kekerasan hingga ke aktor di baliknya, termasuk mencari tahu siapa yang menggerakkan dan memberi perintah. Ia menekankan pentingnya penyidikan transparan untuk mencegah spekulasi dan menjaga kepercayaan publik.
Apabila terbukti ada unsur perencanaan, Abduh menegaskan para pelaku dapat dijerat pasal pembunuhan berencana. Ia juga mendesak agar seluruh pihak yang terlibat ditindak sesuai hukum tanpa memandang latar belakang atau kelompoknya.
Korban, seorang pedagang cermin, diduga meninggal di lokasi setelah keluar rumah untuk melihat kondisi saat kericuhan Kamis (27/8) malam. Keluarga baru menyadari keberadaan BS melalui sebuah video sebelum akhirnya jenazahnya dimakamkan pada Jumat (28/8).