Kasus pengeroyokan di Penjompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026 mengakibatkan Bambang Setiawan (59) meninggal dunia dan Faturohman (18) mengalami luka-luka. Peristiwa ini menuai sorotan publik yang luas.
Habib Bahar bin Smith turut menyoroti kasus ini dengan melayat ke kediaman almarhum. Ia menuntut agar kepolisian mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan menghukum pelaku seberat-beratnya demi keadilan.
Tak hanya itu, Habib Bahar secara terbuka menantang para pelaku pengeroyokan, termasuk jika berasal dari organisasi masyarakat seperti GRIB, untuk melawannya secara langsung. Ia menegaskan tidak akan gentar dan akan selalu berada di pihak rakyat.
Menanggapi hal tersebut, GRIB Jaya memberikan klarifikasi bahwa kehadiran Ketua Umum mereka, Hercules, di lokasi saat peristiwa terjadi murni untuk memantau keadaan dan menjaga kondusivitas, bukan berarti terlibat dalam kerusuhan atau pengeroyokan.