Sebuah grup WhatsApp bernama 'Add people as much as you can' yang diduga beranggotakan pelajar menjadi sorotan setelah seorang siswa tak sengaja mengundang ayahnya ke dalam grup tersebut. Ayah siswa itu kemudian membaca percakapan di dalam grup yang ternyata memuat pembahasan tentang LGBT, termasuk adanya polling mengenai orientasi seksual para anggotanya.
Salah satu orang tua siswa, Yuda Fajrin, menyebut adanya kekhawatiran kelompok chat tersebut berujung pada tindak kriminal seperti pedofilia. Ia pun mendesak agar keberadaan grup tersebut segera diinvestigasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Menanggapi hal tersebut, Polda Metro Jaya tengah melakukan penyelidikan melalui Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO. Kepolisian tidak hanya mendalami informasi yang beredar, tetapi juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah sebagai bagian dari langkah pencegahan.