Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Papua. Tercatat sebanyak 2.496 hektare lahan terbakar dengan 35 titik panas dan delapan titik api yang terdeteksi.
Karhutla terjadi di sekitar objek vital nasional, yakni area operasi KKKS BP Berau Ltd dan KKKS Genting Oil Kalsuri Ltd. Dampaknya, pengoperasian Kilang LNG Tangguh terhenti dan konstruksi fasilitas produksi lapangan AKM ikut terganggu.
Untuk memadamkan api, BNPB mengerahkan satgas darat dan melakukan water bombing menggunakan helikopter Super Puma. Tim telah menjatuhkan 360.000 liter air dari dua sorti penerbangan untuk menangani titik api di wilayah Tofoi dan Teluk Bintuni.
Selain itu, helikopter yang sebelumnya digunakan untuk penanganan pascagempa di NTT juga didistribusikan ke Papua Barat guna memaksimalkan upaya pemadaman di wilayah tersebut.