Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemangku kepentingan menerapkan lima strategi guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayahnya. Berdasarkan data BPBD hingga akhir Agustus 2026, tercatat 2.083 kejadian karhutla dengan 10.095,14 hektare lahan terdampak dan 13.726 titik hotspot, menjadikan Banjarbaru dan Kabupaten Banjar sebagai daerah paling terdampak.
Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api di permukaan, tetapi juga mengatasi karakteristik lahan gambut. Strategi yang diterapkan meliputi pembasahan lahan, penjaminan ketersediaan air, perbaikan saluran, optimalisasi pompa, serta patroli pascapemadaman untuk mencegah bara api menyala kembali.
Sebagai bentuk komitmen keterpaduan penanganan, Gubernur Kalsel Muhidin turun langsung ke Guntung Damar, Banjarbaru, untuk memantau titik api dan sumber air. Ia menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan agar bara api yang terbawa angin tidak memicu kebakaran baru di area kering lainnya.