Lima hari pasca banjir bandang melanda Nepal dan Tibet, jumlah korban hilang dilaporkan meningkat hingga lebih dari 3.000 orang. Banyak keluarga yang putus asa mendatangi rumah sakit untuk mencari kabar kerabat mereka di tengah keterbatasan informasi.
Kamar mayat di sejumlah rumah sakit kewalahan menampung ratusan jenazah yang dievakuasi, sehingga bangunan darurat harus didirikan. Sementara itu, ratusan korban luka sedang dirawat, membuat kerabat yang panik berkerumun untuk memeriksa daftar pasien.
Para keluarga mulai memasang poster dan foto orang hilang di dinding rumah sakit. Foto-foto tersebut menampilkan korban dari beragam usia, mulai dari bayi hingga pasangan suami istri, sebagai upaya terakhir meminta informasi.
Kondisi daerah terdampak yang terisolasi dan hanyutnya seluruh desa membuat banyak keluarga kehilangan harapan akan adanya penyintas, seperti yang dialami seorang warga yang kehilangan saudari serta kedua anak kecilnya.