Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengaku telah menyerang dua pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania, yaitu pangkalan King Hussein dan Al Azraq, menggunakan rudal balistik. Serangan ini dilakukan sebagai balasan atas serangan AS yang menghantam Pulau Larak sehari sebelumnya.
Menurut IRGC, serangan tersebut berhasil menghancurkan infrastruktur teknis, fasilitas perbaikan, serta lokasi penempatan pesawat tempur musuh. IRGC juga mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap agresi akan mendapat balasan yang jauh lebih menghancurkan.
Serangan AS ke Pulau Larak sendiri dilakukan setelah militer AS menilai bahwa IRGC bersiap meluncurkan roket berisi ranjau laut ke Selat Hormuz. Serangan ini menandai eskalasi kembali setelah sebelumnya terjadi jeda selama sebulan.
Konflik antara Iran dan AS ini terjadi di tengah situasi yang telah berlangsung selama enam bulan. Tegangnya situasi ini memperlihatkan upaya kedua belah pihak dalam memperebutkan kendali strategis di perairan Selat Hormuz.