Presiden China Xi Jinping menyatakan perekonomian negaranya terbukti tangguh dan dinamis, serta optimis dapat mencapai target pertumbuhan tahunan 4,5%-5% pada 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam resepsi peringatan 77 tahun berdirinya Republik Rakyat China, Rabu (30/9), menjadi pidato besar pertamanya sejak pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump.
Pemerintah China pekan ini meluncurkan paket stimulus terbesar sejak 2024, termasuk subsidi kredit pemilikan rumah dan perluasan fasilitas pinjaman bank sentral untuk infrastruktur, teknologi, serta sektor prioritas lainnya. Langkah ini diambil untuk memulihkan momentum ekonomi yang melemah, setelah pertumbuhan kuartal lalu turun di bawah kisaran target.
Dalam pertemuan puncak di Washington, Trump dan Xi menegaskan kerangka kerja untuk mengelola persaingan kedua negara. Mereka sepakat memperpanjang gencatan tarif dagang hingga Januari, memangkas tarif atas barang senilai US$60 miliar yang tidak sensitif, dan membentuk mekanisme komunikasi untuk membahas risiko kecerdasan buatan (AI).
Xi juga menyerukan penerapan filosofi pembangunan baru secara menyeluruh dan konsisten, serta memastikan Rencana Lima Tahun ke-15 berjalan baik sejak awal.