Kinerja Garuda Indonesia Menguat, Pendapatan Semester I Naik 16%

Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 07.46
Kinerja Garuda Indonesia Menguat, Pendapatan Semester I Naik 16%

Sumber Berita Asli

Bloomberg Technoz - Berita Ekonomi dan Bisnis Terbaru Hari Ini

Baca di Website Asli ↗
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit dan memangkas rugi bersih pada semester I 2026, meski harga avtur melonjak tajam. Pendapatan naik 16,0% secara tahunan (yoy) menjadi US$1,80 miliar dari US$1,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan pemulihan armada yang mencapai 104 pesawat hingga Juni 2026. Penerbangan berjadwal masih menjadi penyumbang terbesar dengan pendapatan US$1,31 miliar, naik 10,9% yoy, sementara penerbangan tidak berjadwal tumbuh paling tinggi 32,5% menjadi US$272,8 juta, didorong angkutan haji yang naik 51,6% menjadi US$232,2 juta. Pendapatan lain-lain juga naik 32,2% menjadi US$209,2 juta, antara lain dari bisnis MRO yang tumbuh 43,8%. GIAA membukukan EBIT positif US$74,0 juta (naik 12,7% yoy) dan EBITDA US$431,6 juta (naik 5,8%), dengan rugi bersih menyusut 23,2% menjadi US$113,0 juta dari US$147,1 juta. Perbaikan ini ditopang penurunan beban keuangan 11,6% menjadi US$222,4 juta, tak lepas dari suntikan modal Danantara Asset Management senilai Rp23,67 triliun pada Desember 2025 dan pelunasan utang restrukturisasi Citilink kepada Pertamina. Meski demikian, tekanan biaya avtur masih tinggi dengan kenaikan 43,6% yoy menjadi US$677,6 juta, atau sekitar 37,7% dari pendapatan. Di luar avtur, GIAA mampu menahan laju biaya dengan kenaikan hanya 3,9% menjadi US$1,07 miliar, sehingga porsi biaya non-avtur terhadap pendapatan turun menjadi 59,7% dari 66,7% setahun sebelumnya.

Berita Terkait Lainnya