Utang China Tembus Rekor, Beijing Sulit Kucurkan Stimulus Baru

Senin, 12 Oktober 2026 pukul 11.52
Utang China Tembus Rekor, Beijing Sulit Kucurkan Stimulus Baru

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Tumpukan utang China yang membengkak membatasi kemampuan pemerintah untuk meluncurkan stimulus besar guna memulihkan permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi. Studi Conference Board memperkirakan pembayaran utang mencapai 19,2 persen dari anggaran pusat tahun ini, dengan beban terasa lebih berat di tingkat daerah yang mengalami kenaikan bunga utang 16 persen per tahun. Pembayaran bunga utang pusat dan daerah diproyeksikan mencapai 1,4 triliun yuan pada 2026, melonjak dari 348 miliar yuan pada 2014. Rasio utang publik terhadap PDB diperkirakan mencapai 122 persen pada akhir 2026, naik 48 poin persentase dari sebelum pandemi, menurut analisis Morgan Stanley. Beijing telah meluncurkan sejumlah langkah stimulus, termasuk subsidi bunga hipotek dan pemotongan suku bunga, serta meningkatkan penarikan pajak atas bunga dan dividen dari trust luar negeri. Namun, analis meragukan dampaknya, dengan Barclays menyebutnya sebagai 'dorongan kecil' dan Goldman Sachs memperkirakan nilainya hanya sekitar 100 miliar yuan dalam lima tahun. Pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 4,3 persen pada kuartal kedua, di bawah target resmi tahunan 4,5-5 persen, akibat melemahnya penjualan ritel dan penurunan investasi aset tetap. UBS memperingatkan bahwa kebijakan tersebut kemungkinan tidak akan memenuhi harapan investor.

Berita Terkait Lainnya

Utang China Tembus Rekor, Beijing Sulit Kucurkan Stimulus Baru - Ekonomi & Bisnis - Feedify