Energy Shift Institute menyoroti potensi efisiensi anggaran negara hingga Rp161 triliun dari pengalihan subsidi solar ke sektor kelistrikan, namun menilai angka tersebut berisiko menjadi semu tanpa peta jalan insentif kelistrikan yang jelas.
Direktur Pelaksana Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, menegaskan bahwa penghematan itu merupakan akumulasi pengurangan beban subsidi solar yang selama ini membebani anggaran negara. Ia menekankan perlunya roadmap insentif yang komprehensif, terukur, dan berkesinambungan.
Menurutnya, transisi dari energi fosil cair ke listrik membutuhkan kesiapan infrastruktur serta kepastian skema keekonomian bagi seluruh pemangku kepentingan. Tanpa itu, potensi hemat Rp161 triliun tidak akan terealisasi secara optimal.